Close
Bismillah membangun generasi Khaira Ummah

Tidak Setuju Gelar MKN digantikan MH

Sumber : RENVOI Nomor 7.175  Desember 2017

Dr. H. Akhmad Khisni, S.H.,M.H.

Tidak Setuju Bila Gelar M.Kn. Digantikan M.H.

Ketua Program Magister Kenotariatan (M.Kn.) Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung, Dr. H. Akhmad Khisni,S.H.,M.H. secara tegas menyatakan tidak sutuju apabila gelar M.Kn. diganti dengan gelar Magister Hukum (M.H.). Digantinya gelar M.Kn. menjadi M.H. oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi itu menjadi viral dan mencuat ke permukaan belakangan ini berawal dari diterbitkannya Keputusan Mnteri Ristek dan Dikti Nomor 257 Tahun 2017 tentang Nama Program Studi pada Perguruan Tinggi. Hal ini dikemukakan oleh Dr. H. Akhmad Khisni, S.H.,M.h. saat diwawancari RENVOI di ruang kerjanya pada 4 November 2017 lalu.
Melontarkan masalah itu. Tapi tanggapan Pengelola Prodi M.Kn. baik itu PTS maupun PTN itu bermacam-macm, kebanyakan dari kita menyatakan tidak setuju. Jadi permasalahannya kan begini, jadi Magister itu Akademisi, Kenotariatn itu praktisi. Menurut Menristekdikti itu tidak cocok, yang cocoknya itu Magister Hukum nanti ditambahi Kenotariatan. Lha yang diinignkan oleh Menristekdidki, Kenotariatan itu profesi jadi tidak Magister. Lalu yang diusukan beliau itu nanti M.Kn. dapat ijasah dua. Jadi waktu kuliahnya 2 tahun M.H. dan M.Kn. Menurut kami ini sungguh sangat membingungkan, lalu juga diundang Praktisi yakni Notaris juga dilibatkan untuk berdialog. Pandangan Notaris bahwa Kenotariatan itu bukan profesi tapi Pejabat umum pembuat akta.
Sebetulnya Menristek Dikti itu mau memberlakukan penggantian gelar M.Kn. menjadi M.H, itu pada awal tahun 2018. Tapi itu masih mentah dan masih sebatas wacana saja. Katanya nanti Menristekdikti akan menyiapakan kurikulumnya dan hal-hal berkaitan dengan itu. Tapi sesudah beliau presenasi banyak masukan-masukan lalu wacana itu jadinya mentah, beliau menyatakan saja kira pengelola M.Kn. itu mudah, kok malah lebih sulti dibanding Advokat.
Akhmad Khisni kembali mengatakan untuk itu ke depan ini supaya ada dialog untuk duduk satu meja antara Menristekdidki, Menkumham, PP INI lalu perguruan Tinggi baik PTN maupun PTS pengelola Prodi M.Kn. Dan hingga saat ini belum ada yang diwisuda dari lulusan Prodi M.Kn. dengan gelar M.H. saat ini tetap masih memakai gelar M.Kn. Selanjutnya di dalam dialog kemarin yang menjadi isy pokok itu kan ada wacana banyak kaualitas M.Kn, ini tidak seperti dulu. Mnristekdikri mengatakan bahwa kualitasnya menurun. Kalau itu yang menjadi masalah, maka sistem pendidikannya yang diperketat menuju kepada kualitas bukan diubah lembaganya, karena sudah ada wadahnya tinggal isinya yang ditingkatkan agar berkualitas. Sehingga yang sudah berjalan saja saat ini yang harus dijaga dan dipelihara,tidak perlu merubah atau mengganti gelar dari M.Kn. menjadi M.H. (Zaenun Mulyadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *